Laman

Jumat, 01 Februari 2019

Grab Dapat Suntikan Dana Rp2,8 Triliun

Grab Dapat Suntikan Dana Rp2,8 Triliun

INILAHCOM, Bangkok - Layanan ride-hailing asal Singapura, Grab, baru saja memperoleh suntikan dana sebesar US$200 juta atau sekitar Rp2,8 triliun dari perusahaan konglomerasi ritel asal Thailand, Central Group.

Mengutip Tech Crunch, pihak Grab mengatakan bahwa investasi tersebut bukan bagian dari pendanaan seri H yang sedang berlangsung, melainkan investasi untuk bisnisnya di Thailand saja.

Melalui investasi ini, kedua perusahaan itu bakal bekerja sama dalam memperkuat layanan Grab di Thailand dengan mengintegrasikan operasi bisnis Central Group dengan layanan Grab.

Central Group sendiri menggarap bisnis di bidang restoran, hotel, pusat perbelanjaan, dan properti yang tersebar di Thailand.

Untuk integrasi di ranah restoran, kedua perusahaan bakal memboyong restoran-restoran yang berada di bawah naungan Central Group, untuk menyediakan layanan pesan antar makanan di aplikasi Grab melalui GrabFood.

Pada aspek logistik, dua perusahaan itu bakal menyediakan layanan GrabExpress untuk pengiriman produk yang juga berada di toko offline cakupan Central Group.

Sementara untuk hotel, pusat perbelanjaan, dan properti, kedua perusahaan bakal menyediakan transportasi Grab untuk pelanggan pengunjung mal, tamu hotel, atau pemilik properti yang dibangun oleh Central Group.

Belum diketahui kapan kolaborasi Central Group dan Grab di Thailand bakal mulai berlangsung.

Namun, kerja sama strategis ini agaknya bertujuan untuk memperkuat operasi Grab demi berkompetisi dengan perusahaan ride-hailing asal Indonesia, Go-Jek, di negeri Gajah Putih itu.

Di Thailand, Go-Jek yang beroperasi dengan nama Get, masih sebatas layanan yang melibatkan ojek motor saja.

Tidak menutup kemungkinan Go-Jek bakal membawa layanan lain, seperti Go-Car, Go-Pay, dan layanan serupa di kemudian hari.



Australia Akan Jadi Tujuan Ekspor Toyota Indonesia

Australia Akan Jadi Tujuan Ekspor Toyota Indonesia

INILAHCOM, Jakarta - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) membidik Australia sebagai pasar tujuan ekspor selanjutnya, setelah membukukan kenaikan ekspor kendaraan utuh atau Complete Build Up (CBU) sebesar 4 persen, dari 199.600 unit pada 2017 menjadi 206.600 unit pada 2018.

Tak hanya ingin mempertahankan performa ekspornya, pada tahun ini Toyota pun memproyeksikan kenaikan kinerja ekspor sebesar 5 persen.

"Kami memproyeksikan bahwa kinerja ekspor CBU bermerek Toyota naik lebih dari 5 persen. Studi-studi untuk mempelajari destinasi ekspor baru termasuk ke Australia masih terus kami lakukan," kata Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dalam keterangan persnya.

"Di saat yang sama, kami juga berupaya tetap fokus dalam hal menjaga kestabilan performa ekspor di negara baru tujuan ekspansi tahun 2018 yang lalu seperti Afrika dan Amerika Latin," imbuh dia.

Semua kendaraan CBU yang diekspor ke berbagai negara itu merupakan produksi lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 75 persen sampai 94 persen.

Sampai saat ini, setidaknya sudah lebih dari 80 negara di kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin, Karibia, dan Timur Tengah yang menjadi tujuan ekspor Toyota Indonesia.

Kondisi ekonomi makro dunia merupakan tantangan tersendiri bagi kinerja ekspor otomotif dalam negeri. Menyikapi hal tersebut Toyota memandang bahwa daya saing industri menjadi kunci untuk bisa bertahan bahkan memenangkan persaingan.

"Tidak ada jalan lagi selain meningkatkan competitiveness industri dalam negeri dari hulu hingga ke hilir untuk bisa mempertahankan posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor di kawasan Asia-Pasifik," kata Bob Azam Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT TMMIN.

"Peningkatan kandungan lokal murni (true localization) produk yang dimulai dari penggunaan sumber material dalam negeri, menjadi upaya yang fundamental untuk menjaga daya saing," lanjutnya.

Dia mengatakan, kegiatan itu juga dapat membantu menekan impor 'raw material' sehingga dapat memberi sumbangan terhadap kestabilan neraca perdagangan terutama di sektor komponen otomotif, yang saat ini masih menjadi perhatian Pemerintah.

Bob Azam menambahkan, pendalaman TKDN merupakan isu yang serius karena pada umumnya menjadi beban tanggung jawab industri kecil yang berperan sebagai supplier di lapis ke-2 atau ke-3.

Inefisiensi menjadi salah satu kendala mendasar operasi bisnis industri kecil di Indonesia. Untuk memerangi ketidakefisienan tersebut, diperlukan upaya berkelanjutan dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) terutama pembekalan keterampilan dasar (basic skill) yang pada gilirannya akan berperan dalam meningkatkan efisiensi.

Saat ini, TMMIN tengah dalam proses riset dan pengembangan penggunaan aluminium lokal untuk dipergunakan pada velg (wheel disc) bekerja sama dengan INALUM dan Pako.

TKDN murni produk Toyota berada di angka 65 persen dan ke depannya Toyota menargetkan bisa mencapai level 80 persen pada 2020.



Ekspor Toyota Indonesia Naik 4% di 2018

Ekspor Toyota Indonesia Naik 4% di 2018

INILAHCOM, Jakarta - Tahun 2018 menyisakan catatan manis pada kinerja ekspor otomotif Indonesia, karena pengiriman kendaraan utuh atau Complete Build Up (CBU) bermerek Toyota ke pasar global naik 4 persen dengan model Fortuner sebagai kontributor utama.

Sepanjang tahun lalu, total pengapalan kendaraan CBU bermerek Toyota menembus angka 206.600 unit, naik 4 persen dari capaian tahun 2017 yang berjumlah 199.600 unit.  

"Performa ekspor CBU Toyota tetap naik positif di tengah situasi perang dagang dan proteksi di beberapa negara," kata Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), dalam keterangan tertulisnya.

"Hal ini tidak terlepas dari upaya kami untuk selalu kompetitif serta sinergi dan dukungan yang kuat dari Pemerintah Indonesia, sehingga kinerja ekspor Toyota dapat terjaga walaupun kondisi makro ekonomi dunia cenderung kurang menguntungkan," lanjut dia.

Model SUV Fortuner masih menjadi kontributor terbesar ekspor CBU Toyota dengan catatan angka sebesar 52.600 atau sekitar 25 persen dari total ekspor CBU Toyota.

Posisi kedua ditempati Avanza dengan total 35.300 (17 persen). Rush menjadi kontributor terbesar ketiga sebanyak 34.100 unit (17 persen).

Adapun posisi keempat diduduki Agya dengan volume ekspor 31.000 (15 persen), Vios 23.100 unit (11 persen), serta model lainnya berupa Kijang Innova, Yaris, Sienta, Town Ace/Lite Ace dengan jumlah volume 30.500 unit.

Periode yang sama TMMIN juga mengekspor kendaraan dalam bentuk terurai atau Completely Knock-Down (CKD) sebanyak 42.700 unit, mesin tipe TR dan NR sebanyak 146.000 unit serta komponen sebanyak 107,6 juta buah.

Beberapa capaian positif kinerja ekspor juga telah ditorehkan pada tahun lalu. Mengawali 2018, destinasi ekspor model SUV Toyota Rush telah diekspansi yang awalnya hanya dikapalkan ke Malaysia, kini menjadi ke lebih dari 50 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.



Masalah Airbag, Mitsubishi Recall 1.278 Unit Mobil

Masalah Airbag, Mitsubishi Recall 1.278 Unit Mobil

INILAHCOM, Jakarta - PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menggelar kampanye perbaikan (field fix campaign) terhadap 1.278 unit kendaraan penumpang produksi 2006 hingga 2016 yang terdiri dari tiga model, yakni Pajero Super Exceed, Delica, dan Lancer SEi.

Kampanye perbaikan dilakukan karena adanya kemungkinan Body Inflator Airbag (komponen mekanis pengembang kantung udara) yang dapat pecah. Hal ini bisa menyebabkan terpentalnya material komponen tersebut yang berpotensi melukai pengemudi dan/atau penumpang depan ketika airbag mengembang saat terjadi tabrakan frontal.

Director of Sales & Marketing Division MMKSI Irwan Kuncoro mengatakan, program penarikan kendaraan tersebut merupakan bentuk komitmen dan tanggung jawab Mitsubishi Motors Corporation dalam menjaga kualitas kendaraan secara berkesinambungan serta memberikan jaminan layanan purna jual berkualitas untuk terus memastikan keamanan dan kenyamanan berkendara bagi para pengguna kendaraan Mitsubishi di Indonesia.

Oleh karena itu, konsumen tidak perlu khawatir dalam keseluruhan proses kepemilikan kendaraan penumpang Mitsubishi, terbukti walaupun model kendaraan yang dimaksud sudah tidak lagi didistribusikan secara resmi oleh MMKSI, namun, komitmen dan tanggung jawab mereka terhadap konsumen tetap dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti yang dilakukan saat ini.

"Kami mengundang para konsumen setia kendaraan penumpang Mitsubishi dengan model dan tahun kendaraan yang dimaksud untuk dapat melakukan pemeriksaan kendaraannya di diler resmi kami dengan prosedur yang mudah dan kompensasi penggantian part terkait tanpa biaya," kata Irwan dalam keterangan tertulisnya.

Bocornya airbag berpotensi pecah karena bahan kimia pengembang airbag, yakni ammonium nitrate, yang berubah dalam akumulasi jangka waktu yang lama sehingga rusak dibawah pengaruh perbedaan temperatur dan kelembaban.

Komponen Body Inflator Airbag yang baru sebagai pengganti dalam kampanye perbaikan ini telah dikembangkan tanpa penggunaan bahan kimia tersebut.

Berikut rincian mobil yang terdampak penarikan untuk perbaikan:

1. Pajero Super Exceed (tahun produksi 2008-2013)
- Pergantian komponen: passenger airbag, driver airbag
- Jumlah kendaraan: 62 unit

2. Delica (tahun produksi 2014-2016)
- Pergantian komponen: passenger airbag
- Jumlah kendaraan: 996 unit

3. Lancer SEi (tahun produksi 2006-2012)
- Pergantian komponen: passenger airbag
- Jumlah kendaraan: 220 unit

MMKSI melalui diler kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di seluruh Indonesia akan mengirimkan surat undangan kepada konsumen yang kendaraannya terlibat dalam kampanye ini.

Kampanye ini dimulai pada 1 Februari 2019 di seluruh diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi di Indonesia. Konsumen dapat menghubungi diler resmi terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai kampanye perbaikan, sekaligus melakukan Service Booking.

Proses pemeriksaan dan penggantian komponen memiliki estimasi durasi tiga jam untuk model Pajero Super Exceed dan dua jam untuk Delica dan Lancer SEi.

Konsumen dapat mengetahui informasi lokasi dan kontak diler resmi kendaraan penumpang dan niaga ringan Mitsubishi melalui tautan ini.

 



Proyektor Khusus untuk Konsol Nintendo Switch

Proyektor Khusus untuk Konsol Nintendo Switch

INILAHCOM, Jakarta - Ingin bermain Nintendo Switch dengan pengalaman layar lebar? Bagaimana jika menggunakan produk proyektor khusus utnuk konsol tersebut.

Mini Projector adalah sebuah produk proyektor ukuran mini dari AAXA khusus untuk konsol genggam Nintendo Switch.

Proyektor ini mampu proyeksikan gambar hingga berukuran 120 inci dan mampu beroperasi hingga 180 menit untuk sekali charge, serta memiliki speaker built-in.



Sambangi tautan berikut untuk detail dari AAXA Mini Projector.

Tonton juga videonya di bawah ini:



Meizo Zero, Smartphone Tanpa Lubang Satu Pun

Meizo Zero, Smartphone Tanpa Lubang Satu Pun

INILAHCOM, Jakarta - Entah ini ingin beda sendiri atau merupakan definisi baru dari kata 'canggih'. Meizu Zero, adalah sebuah produk smartphone tanpa lubang satu pun.

Meizo Zero tak memiliki lubang mikrofon, lubang speaker, lubang kamera, lubang untuk charge, lubang untuk tombol, dan lubang untuk headphone.



Smartphone tanpa lubang ini memiliki body bahan keramik yang antiair maupun antidebu.

Meizo Zero menggunakan koneksi USB 3.0 nirkabel sehingga dapat mensinkronisasi serta memindahkan data dari dan ke komputer.

Untuk charging baterai, Meizo Zero menggunakan teknologi nirkabel 18W Super mCharge.



Saat ini, Meizo Zero sedang dalam tahap kampanye crowdfunding via IndieGogo. Lihat detailnya di tautan berikut ini.

Tonton juga videonya di bawah:



Ekspor Kendaraan Penumpang Korsel Naik di Q4 2018

Ekspor Kendaraan Penumpang Korsel Naik di Q4 2018

INILAHCOM, Seoul - Ekspor mobil penumpang produksi Korea Selatan naik hingga 18,5 persen pada Q4 2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, karena peningkatan permintaan di pasar otomotif AS Serikat, Rusia, dan Kanada.

Menurut data Korea Customs Service (KCS), pembuat mobil lokal mengirimkan sebanyak 690.000 mobil penumpang dengan nilai us$10,7 miliar selama periode Oktober-Desember 2018.

Sementara pada periode yang sama setahun sebelumnya, jumlah mobil yang dikirim sebanyak 590.000, senilai US$9 miliar.

Ekspor mobil penumpang Korea Selatan ke AS mencapai US$4,21 miliar pada Q4 2018, naik 24,3 persen dari tahun sebelumnya.

Sedangkan nilai mobil yang dikirim ke Rusia dan Kanada masing-masing melonjak 77,3 persen dan 45,4 persen pada kQ4 2018 dari tahun sebelumnya.

Meski demikian, nilai kendaraan yang dikirim ke Arab Saudi dan Australia masing-masing turun 27,5 persen dan 4,8 persen.

Untuk keseluruhan di tahun 2018, ekspor mobil Korea Selatan mencapai 2,47 juta mobil penumpang senilai US$37,5 miliar, turun dari 2,54 juta unit senilai US$38,1 miliar pada tahun 2017, menurut KCS.

Pengiriman kendaraan penumpang ke AS turun 7 persen menjadi US$13,5 miliar pada 2018 dari US$14,6 miliar pada tahun sebelumnya.

AS adalah pasar terbesar untuk mobil penumpang Korea Selatan, menyumbang hingga 36,3 persen dari total ekspor mobil negara itu pada tahun lalu, demikian seperti dikutip dari Yonhap.