Laman

Jumat, 16 Agustus 2019

OVO Gandeng JNE Perluas Akses Pembayaran Digital

OVO Gandeng JNE Perluas Akses Pembayaran Digital

INILAHCOM, Jakarta - Menyusul GoPay, OVO turut mengumumkan kerja samanya dengan layanan logistik JNE. Dengan itu, 7.000 outlet JNE di seluruh Indonesia akan menghadirkan pilihan sistem pembayaran digital tersebut.

Kolaborasi tersebut mempertegas semakin luasnya integrasi pembayaran digital dalam berbagai lini usaha untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat serta pelaku bisnis.

“Kemitraan dengan JNE ini merupakan sebuah langkah penting yang mempermudah masyarakat saat bertransaksi untuk jasa pengiriman nasional, dan dengan luasnya jangkauan JNE, kami yakin kerja sama ini dapat mempercepat penetrasi inklusi keuangan digital ke berbagai daerah," kata Harianto Gunawan, Direktur OVO, dalam keterangan tertulisnya.

JNE mengklaim telah mengirim lebih dari 20 juta paket pelanggan setiap bulan. Jumlah tersebut secara meningkat lebih dari 30 persen setiap tahun.

"Kerja sama ini merupakan inovasi agar dapat selalu memenuhi kebutuhan pelanggan di era digital. Terus meluasnya transaksi non tunai juga seiring dengan perluasan jaringan JNE di seluruh Nusantara," ujar M Feriadi, Presiden Direktur JNE.

Saat ini OVO tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia. OVO telah hadir di 90 persen mal di Indonesia, termasuk hypermarket, department store, kedai kopi, bioskop, operator parkir dan jaringan rumah sakit terkemuka.

OVO, melalui aplikasi Grab, juga menjadi solusi untuk menikmati layanan digital seperti transportasi dan pemesanan makanan. OVO juga tersedia dalam aplikasi Kudo dan 1,7 juta agennya.

Sebelumnya, JNE juga telah mempublikasikan kemitraan dengan pesaing terdekat OVO, yakni Gopay. Platform pembayaran digital ekosistem Gojek itu tersedia di 420.000 rekan usaha, 90 persen di antaranya adalah UMKM.

Tersedianya sistem transaksi elektronik berbasis seluler melengkapi pertumbuhan industri logistik yang mencapai 14,7 persen di Indonesia, mengutip data dari Presdir JNE. Pada 2017 saja, sekitar 800 juta paket beredar di Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar