Laman

Kamis, 29 Agustus 2019

Ralali.com Bantu Hubungkan 300.000 BIG Agent

Ralali.com Bantu Hubungkan 300.000 BIG Agent

INILAHCOM, Jakarta - Memiliki misi untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku bisnis khususnya UMKM, Ralali.com sebagai online B2B marketplace berkontribusi menghadirkan inovasi teknologi guna mendukung ekonomi digital.

Pada akhir 2018 lalu, Ralali.com melahirkan on-demand platform bernama BIG Agent. BIG Agent sudah berpikir lebih jauh, untuk membantu bisnis menjadi lebih mudah dengan memberdayakan dan menghubungkan SDM Indonesia melalui platform.

Pendiri dan CEO Ralali.com, Joseph Aditya, mengatakan bahwa platform ini adalah komitmen memperkuat ekosistem digital demi menciptakan konektivitas dan inklusivitas.

"Kami ingin membawa platform ini sebagai wadah sumber daya manusia berbasis pekerja lepas melek teknologi, yang mampu menghubungkan jutaan manusia, sehingga pemerataan akses untuk bisnis pun mudah didapat," ujar Joseph dalam konferensi pers 'Rise of Digital Enterprise' di Jakarta, Kamis (29/9/2019).

Hingga kini, sudah ada 300.000 pengguna Big Agent dari 25 provinsi di Indonesia yang didominasi Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Malang, Semarang, Padang dan Palembang.

Para pengguna yang disebut Sobat Agent ini terdiri dari orang-orang yang rentang usianya kebanyakan antara 21-25 tahun.

Menurut Joseph, platform tersebut dapat membantu memangkas jarak dan waktu bagi pelaku bisnis. Selain itu, mereka juga bisa memperluas bisnis dan produk pada sasaran yang tepat karena platform ini menghubungkan pelaku bisnis dan pasarnya.

Berdasarkan data Ralali.com, ada ratusan ribu pekerjaan dalam platform tersebut. Tiga layanan pekerjaan yang diberikan Big Agent terhadap pelaku bisnis meliputi survei pasar (14,29 persen), promosi (74,52 persen) dan akuisisi (4,25 persen).

Menurut Chief Technology Officer Ralali.com, Irwan Suryadi, data-data yang dikumpulkan pengguna Big Agent akan jadi salah satu mesin utama big data yang digarap untuk mengenal konsumen lebih baik serta memetakan pola transaksi pembeli.

Chief Operating Officer Ralali.com, Alexander Lukman, menambahkan pengolahan data itu jadi rujukan tepat sasaran untuk memahami kebutuhan ekosistem digital.

"Kami juga terus memberikan kemudahan bagi pelaku bisnis dengan akses fintech di mana Big Agent terus menghubungkan lebih dari 1.500 pelaku usaha deng," ujar Alexander.

Ada empat produk dalam fintech Ralali.com, yakni payment, financing, insurance dan investment yang bisa mendorong kesuksesan ekosistem digital.

Saat ini, Sobat Agent telah melakukan edukasi akses fintech Ralali.com kepada ribuan UMKM Indonesia dalam waktu kurang dari 3 bulan, yang merupakan bagian dari upaya memberdayakan 1 juta UMKM.
 



Harga Tesla di China Bakal 2 Kali Naik

Harga Tesla di China Bakal 2 Kali Naik

INILAHCOM, Beijing - Tesla akan menaikkan harga mobilnya di China, dengan kenaikan pertama akan dilakukan pada Jumat besok (30/8/2019) dan yang kedua pada Desember 2019.

Reuters melansir, Tesla menaikkan harga jual ini guna mengantisipasi perang dagang China-AS, yang berimbas pada kenaikan tarif bea masuk produk otomotif buatan AS, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.

"Tesla juga akan mencoba mengirim lebih banyak mobil ke China sebelum Desember, sebelum kenaikan tarif," kata sumber anonim yang menolak disebutkan namanya karena rencana itu belum diumumkan secara resmi oleh perusahaan.

Perwakilan Tesla juga tidak memberikan komentar kepada Reuters terkait hal tersebut.

Tesla merupakan salah satu dari banyak perusahaan AS yang terdampak perang dagang antara Washington dan Beijing. Setiap perusahaan AS yang meniagakan produknya di China harus menyesuaikan harga beberapa kali karena kenaikan tarif bea masuk.

Sebelumnya, Tesla berupaya menahan untuk tidak menaikkan harga mobilnya di China karena pelemahan mata uang yuan terhadap dolar AS. Namun, Tesla mengurungkan niatnya dan akan menaikkan harga pada 30 Agustus besok.

Sumber anonim itu mengatakan bahwa Tesla akan kembali menaikkan harga jika pemerintah China menaikkan bea masuk pada Desember, menjadi 25 persen untuk produk kendaraan dan lima persen untuk produk suku cadang.



Volvo Luncurkan S60 Terbaru di Korea Selatan

Volvo Luncurkan S60 Terbaru di Korea Selatan

INILAHCOM, Seoul - Volvo meluncurkan sedan S60 terbaru di Korea Selatan guna bersaing dengan sesama merek Eropa lainnya di negara dengan ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

"Volvo Car Korea telah memperkenalkan sedan premium generasi ketiga S60, model yang memiliki perubahan penuh ini nantinya akan bersaing dengan BMW Serie 3 dan Mercedes-Benz C-Class," kata seorang juru bicara perusahaan yang dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Dalam keterangan resminya, Volvo mengatakan bahwa sedan S60 terbaru ini ditawarkan dengan harga 48 juta won hingga 54 juta won atau setara dengan Rp565 juta hingga Rp636 juta.

Model yang sama dijual di AS dengan harga mulai dari US$54.000 atau sekitar Rp767 juta.

"Perusahaan telah memutuskan untuk memperkenalkan S60 baru dengan harga kompetitif di pasar Korea untuk merayu pelanggan di tengah meningkatnya permintaan untuk kendaraan sport," kata juru bicara itu.

Volvo S60 hadir dengan mesin bensin 2.0 liter T5 turbocharged yang menghasilkan 254 tenaga kuda dan transmisi otomatis delapan kecepatan. Mobil ini dilengkapi dengan tampilan head-up dan fitur keselamatan, seperti mitigasi jalan run-off, dan sistem informasi blind spot.

Volvo melaporkan penjualan yang kuat di Korea Selatan sepanjang tahun ini, mengungguli para pesaingnya yang lebih besar, seperti Audi, BMW, dan Mercedes-Benz.

Pada periode Januari-Juli 2019, Volvo dilaporkan telah menjual total 6.095 kendaraan di Korea Selatan, melonjak 22 persen dari 5.003 unit pada periode tahun lalu.

Untuk keseluruhan 2019, produsen mobil asal Swedia ini ingin menjual 10.000 mobil di Korea Selatan, naik 17 persen dari 8.524 unit dari setahun sebelumnya dibantu penjualan yang kuat dari model SUV XC40, XC60, dan XC90.



Jangkauan Link Net Makin Luas di Jabodetabek

Jangkauan Link Net Makin Luas di Jabodetabek

INILAHCOM, Jakarta - PT Link Net Tbk dengan brand First Media menjalin kerja sama dengan PT Fiber Media Indonesia yang merupakan penyedia infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optic, untuk semakin memperluas serta meningkatkan kualitas jaringan dan layanannya di wilayah Jabodetabek.

Presiden Direktur dan CEO PT Link Net Tbk Marlo Budiman menyebut bahwa kerja sama ini memungkinkan Link Net untuk mengakses tiang tumpu milik Fiber Media Indonesia yang berjumlah 140.000 atau sekitar 5.600 kilometer yang tersebar di wilayah Jabodetabek.

Begitu juga dengan pihak Fiber Media Indonesia yang bisa mengakses sekitar 300.000 tiang tumpu milik Link Net. Adapun sistem yang disepakati melalui kerja sama ini adalah menyewa.

"Dengan kerja sama ini, dari sisi time to market atau menjangkau pelanggan baru akan menjadi lebih cepat. Kita tidak perlu lagi membangun tiang tumpu dari awal, belum lagi proses perizinan yang lama. Dari sisi capex, biaya yang dikeluarkan juga menjadi lebih efisien. Tinggal memanfaatkan tiang tumpu yang sudah ada milik Fiber Media Indonesia untuk menggelar kabel," kata Marlo Budiman usai acara penandatanganan kerja sama antara PT Link Net Tbk dengan PT Fiber Media Indonesia, di Jakarta, Kamis (29/8/2019).

Dikatakannya, kerja sama dengan PT Fiber Media Indonesia ini menyediakan jalur pertumbuhan yang lebih luas di wilayah Jabodetabek, dan memungkinkan layanan First Media lebih mudah dalam menjangkau Iebih banyak pelanggan residensial maupun korporasi hingga ke lokasi terdekat dengan pelanggan.

Ke depannya, kerja sama ini akan dikembangkan hingga ke pemanfaatan subduct bersama (jaringan kabel fiber optic bersama di bawah tanah) sesuai dengan arah kebijakan pemerintah daerah dan kota dengan melakukan efektivitas pemakaian tiang tumbuh dan mulai melakukan pemindahan jaringan fiber optic dari tiang tumpu ke jaringan bawah tanah.

"Selain lebih efisiensi, tentunya kerja sama ini bisa semakin meningkatkan kehandalan layanan. Kami harapkan ini juga semakin menyempurnakan wilayah cakupan First Media dan Fiber Media Indonesia dengan kecepatan dan kehandalan yang tinggi," tambah Budi Aditya, Direktur PT Fiber Media Indonesia.

Sebelum bekerja sama dengan Fiber Media Indonesia, Link Net juga sudah berkolaborasi dengan berbagai mitra.

Yang terbaru adalah bekerja sama dengan PT Marga Mandalasakti (Astra Tol Tangerang-Merak) dalam penempatan infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan antara Jakarta-Serang-Merak.

Untuk saat ini khususnya wilayah jabodetabek layanan First Media telah menjangkau 1.675.000 home passed.

Sedangkan untuk keseluruhan wilayah kerja First Media telah menjangkau sekitar 2.300.000 home passed dengan target pertumbuhan 250.000 home passed per tahun.

Adapun pelanggan Link Net untuk layanan TV cable dan internet hingga kuartal kedua 2019 telah mencapai 617.000 pelanggan.



AC Panasonic si-BiRU Buktikan Antikarat

AC Panasonic si-BiRU Buktikan Antikarat

INILAHCOM, Depok - Panasonic selalu berupaya menghadirkan kehidupan yang lebih baik, sesuai dengan tagline perusahaan 'A Better Life A Better World'. Salah satunya yang terbaru dengan pembuktian sertifikat uji tahan korosi pada AC Panasonic si-BiRU dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI).

Dari hasil pengujian, produk pendingin udara tersebut terbukti tahan terhadap korosi atau yang biasa dikenal dengan sebutan 'karat'.

Penyerahan sertifikat diberikan Dekan Fakultas Teknik UI Hendri DS Budiono ke Direktur PT Panasonic Manufacturing Indonesia Daniel Suhardiman di Gedung Dekan Fakultas Teknik UI, Depok, pada Kamis (29/8/2019).

Daniel mengatakan, Panasonic komitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan AC yang berdaya tahan lama, tahan dalam lingkungan korosi, nyaman, serta dapat diandalkan.

Karena itu, perseroan menggandeng Center for Materials Processing and Failure Analysis Fakultas Teknik Universitas Indonesia (CMPFA FT UI) untuk melakukan uji coba terhadap AC si-BiRU yang menggunakan teknologi Bluefin.

"Panasonic selalu berupaya untuk memberikan produk terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sertifikat ini juga merupakan sebuah bukti bahwa AC si-BiRU merupakan produk tangguh karya anak bangsa dan menjadi solusi bagi kebutuhan produk AC yang tahan lama bagi masyarakat Indonesia," ujar Daniel.

Lebih lanjut, dia menuturkan, AC menjadi salah satu kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah dengan suhu rata-rata yang tinggi seperti Jakarta dan kota-kota lainnya.

Pergantian suhu yang ekstrim serta kelembaban yang tinggi di Indonesia menimbulkan kerusakan pada berbagai produk AC yang digunakan.

Menurut Daniel, kerusakan yang sering timbul adalah korosi dan degradasi mutu material pada evaporator AC.

Panasonic sendiri membekali AC-nya dengan teknologi Bluefin yang ditanamkan pada evaporator dan condenser. Bluefin merupakan teknologi antikorosi yang membuat AC si-BiRU lebih tangguh serta tidak bocor.

Panasonic juga menghadirkan Si-BiRU Deluxe yang memberikan tambahan fitur nanoe-G. Teknologi ini mampu menghilangkan debu di udara hingga PM 2.5 sehingga udara di ruangan tetap sejuk dan sehat.

"Bagi kami, AC bukan hanya penyejuk ruangan, tetapi juga harus dapat menjadi solusi total akan sirkulasi udara yang sehat. Kami terus berupaya untuk memberikan produk terbaik dan inovatif, yang merupakan hasil karya anak bangsa dan disesuaikan dengan kondisi pasar di Indonesia," ujar Daniel.

Pengujian yang dilaksanakan oleh CMPFA FT UI berupa pengujian korosi berupa uji kabut garam sesuai dengan metode ASTM B117.

Berdasarkan pengujian yang dilaksanakan 28 Juni-11 Juli 2019, ditemukan bahwa dengan pemaparan kabut garam sebesar 5 persen NaCl, temperatur uji 35 derajat Celcius dan kadar keasamaan 6.9 selama 216 jam terbukti evaporator AC Panasonic si-BiRU tahan terhadap lingkungan korosif.

"Kami merupakan Laboratorium Penguji dengan perlengkapan mumpuni yang telah terakreditasi ISO / IEC 17025. Akreditasi ini menjamin bahwa seluruh pengujian yang kami lakukan, termasuk pengujian terhadap AC Panasonic si-BiRU memenuhi standar internasional," tegas Deni Ferdian, Direktur CMPFA FT UI.

Selain keunggulan kualitas dan kemampuan produk AC Panasonic juga mengusung konsep 'Quality air for Life', dengan maksud bahwa AC bukan hanya sekadar untuk menyejukan ruangan, tetapi juga harus bisa menyajikan udara yang sehat bagi penggunanya.

"Sebagai penutup, kami berharap agar kerja sama antara industri dan perguruan tinggi bisa makin ditingkatkan dan perluas di masa mendatang. Khususnya di bidang riset tekonologi 'Local Fit' dan menyajikan produk-produk  'Made in Indonesia' primadona di negara kita," pungkas Daniel.



VW Passat GTE Kini Pakai Baterai Lebih Besar

VW Passat GTE Kini Pakai Baterai Lebih Besar

INILAHCOM, Wolfsburg - Model mobil plug-in hybrid dari Volkswagen, Passat GTE, kini menggunakan baterai dengan kapasitas yang ditingkatkan, yakni dapat menjangkau jarak hingga 56 kilometer.

VW Passat GTE mendapat pembaruan dengan baterai EV lithium-ion berkapasitan lebih besar, dari yang sebelumnya 9,9kWh kini menjadi 13kWh.

Jarak jelajahnya pun bertambah menjadi 56 kilometer untuk model sedan dan 54 kilometer di model wagon.

Car Advice menyebut bahwa kapasitas baterai EV itu naik hingga 40 persen. Volkswagen mengklaim VW Passat GTE mampu menyelesaikan sebagian besar perjalanan di kota-kota besar Eropa tanpa emisi knalpot.

Kendaraan listrik itu tetap menggunakan drivetrain yang sama dengan mesin bensin 1,4-liter turbo 115kW plus motor listrik 85kW yang dengan transmisi kopling ganda enam kecepatan. Kedua motor bekerja bersama, penggerak roda depan VW Passat GTE memiliki output sistem total daya 160kW, dan torsi 400Nm.

Volkswagen telah mengurangi jumlah mode berkendara yang dapat dipilih dari lima menjadi tiga, EV listrik murni, GTE dengan bensin dan motor listrik yang beroperasi secara bersamaan, dan hybrid.



Samsung Galaxy S11 Dibekali Teknologi Kamera Baru?

Samsung Galaxy S11 Dibekali Teknologi Kamera Baru?

INILAHCOM, Jakarta - Kemampuan kamera pada seri Galaxy S10 kembali akan ditingkatkan oleh Samsung di lini Galaxy S berikutnya.

Salah seorang pembocor gadget, Ice Universe, mengatakan bahwa Samsung akan memberi kejutan lain untuk sektor kamera di Galaxy S11 mendatang.

"Galaxy S11 akan membawa sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya. Bagi para pecinta Samsung, jika kalian menyukai kamera, lewati saja Galaxy Note 10," tulisnya di akun Twitter pribadinya @UniverseIce.
 




Sayangnya, Ice Universe tidak menyebutkan secara gamblang teknologi baru apa yang dimaksud.

Namun, rumor yang beredar sebelumnya menyebut Samsung tengah mematangkan teknologi 5x periskop untuk mendukung perbesaran gambar alias zooming di smartphone.

Teknologi ini sejatinya sudah ada di beberapa smartphone kelas flagship yang beredar di pasaran, seperti Huawei P30 dan OPPO Reno.

Selain kamera, Galaxy S11 juga dikabarkan akan mengandalkan dapur pacu berupa chipset Snapdragon 865 dari Qualcomm dan chipset Exynos Samsung yang setara dengan itu, demikian lansir WCCFTech, Kamis (29/8/2019).