Laman

Selasa, 01 Mei 2018

Port Colokan untuk Banyak Earphone Sekaligus

Port Colokan untuk Banyak Earphone Sekaligus

INILAHCOM, Jakarta - Biasanya kita jika ingin memperdengarkan musik ke teman via earphone adalah dengan berikan satu earbud. Tapi kini sudah ada produk solusinya.

5-Way Headphone Splitter adalah produk untuk berbagi musik melalui earphone sekaligus banyak hingga ke lima pengguna.

Para pengguna hanya perlu memasang perangkat ini ke jack earphone, dan kemudian pasang pula colokan-colokan lainnya.

Jika berminat membeli  5-Way Headphone Splitter, Anda bisa langsug sambangi tautan berikut.

Simak juga foto-foto produknya di bawah:



Robot Sparring Partner Bertinju

Robot Sparring Partner Bertinju

INILAHCOM, Jakarta - Anda butuh sparring partner tinju yang dapat diandalkan? Bagaimana jika mencoba robot sparring partner?

Botboxer adalah sebuah sistem pelatihan melalui sebuah samsak tinju yang dapat secara otomatis mengelak tinju anda.

Sensor-sensor di Botboxer juga memungkinkannya untuk mengenali pola gerakan anda.

Botboxer hadir dengan layar sentuh ukuran 19" yang pula memungkinkan pengguna untuk mengendalikan samsak tinju tersebut.

Simak detail dari produk Botboxer melalui tautan berikut. Tonton video serta foto-foto produknya di bawah ini:



Trailer Game Shadow of the Tomb Raider

Trailer Game Shadow of the Tomb Raider

INILAHCOM, Jakarta - Seri terbaru game Tomb Raider akan segera rilis. Sudah siapkah anda untuk game Shadow of the Tomb Raider?

Pihak Shadow of the Tomb Raider baru saja mengunggah trailer terbaru dari game Shadow of the Tomb Raider.



Shadow of the Tomb Raider dikembangkan oleh Crystal Dynamics dan diterbitkan oleh Square Enix.

Game ini merupakan kelanjutan dari Tomb Riader (2013) dan Rise of the Tomb Raider (2015).

Shadow of the Tomb Raider rencananya akan rilis pada tanggal 14 September 2018 untuk Microsoft Windows, PlayStation 4 dan Xbox One.



Pre-order game-nya di tautan ini. Tonton juga videonya di bawah:



Siemens Perkenalkan Solusi Cloud Manufaktur

Siemens Perkenalkan Solusi Cloud Manufaktur

INILAHCOM, Hannover - Siemens AG meluncurkan sebuah platform digitalisasi terbaru bernama Siemens Industrial Edge. Peluncuran platform ini diumumkan dalam acara Hannover Messe 2018 yang diadakan di Hannover, Jerman, 23-27 April 2018.

Platform ini befungsi membantu perangkat automasi dengan cara menyediakan pemrosesan data di tingkat mesin serta teknologi analisis canggih dan kemampuan Edge Computing untuk industri manufaktur dengan aman.

Siemens Industrial Edge menawarkan pengguna kemudahan dalam menjalankan berbagai aplikasi analitis deskriptif, diagnostik, prediksi dan preskriptif.

Hal ini memungkinkan konektivitas cloud (data ke cloud) dikombinasikan dengan penggunaan Edge Apps dari Siemens, penyedia pihak ketiga atau pengguna akhir dalam ekosistem hardware dan software yang terintegrasi (Edge App to Device) untuk perangkat automasi.

Dengan kehadiran Siemens Industrial Edge, perusahaan menawarkan pengguna kesempatan untuk mengatasi permasalahan antara pemrosesan data secara lokal dan tradisional dan pemrosesan data berbasis cloud sehingga kebutuhan organisasi dapat terpenuhi. Edge Computing juga memungkinkan data dalam jumlah besar untuk diproses secara lokal.

Untuk tujuan ini, Siemens juga merilis rangkaian aplikasi yang luas bagi pengguna, seperti pemrosesan data, visualisasi data melalui webservers, transfer data ke cloud atau infrastruktur TI, dan siklus inovasi yang cepat dalam pengembangan aplikasi.

Adapun keuntungan lain yang bisa didapatkan seperti penghematan biaya untuk penyimpanan dan transfer karena volume data yang besar sudah terlebih dahulu di proses dan hanya data relevan saja yang pada akhirnya di transfer ke cloud ataupun infrastruktur TI. Siemens Industrial Edge mendukung protokol untuk transfer cloud ke MindSphere, sistem operasi terbuka berbasis cloud milik Siemens.

Di masa depan, aplikasi ini juga akan mendukung Message Queuing Telemetry Transport (MQTT), sehingga membuat transfer data menjadi aman, terlidungi dan efektif.

Industrial Edge untuk Sinumerik merupakan sebuah platform tingkat mesin bagi aplikasi software yang berfungsi mengumpulkan, melakukan pemrosesan awal serta menganalisa data berjumlah besar.

Selain itu, juga dapat dilakukan estimasi bagi peralatan mesin yang kompleks dan penambahan waktu untuk pemrosesan atau pemantauan tempat kerja juga bisa dioptimalkan.

Baik sistem operasi dan aplikasi di Industrial Edge terinstal dalam Sinumerik dan terus diperbarui melalui layanan backend di MindSphere, sistem operasi IoT terbuka berbasis cloud milik Siemens.

Industrial Edge untuk Sinumerik menyediakan pengguna sebuah proses dan pemantauan kondisi yang stabil sehingga produktivitas secara signifikan menjadi lebih tinggi.

Siemens menawarkan pengguna sebuah platform untuk menjawab tuntutan saat ini dan kebutuhan masa depan dalam bentuk Industrial Edge untuk Simatic.

Perangkat automasi seperti pengendali Simatic dilengkapi dengan dukungan tambahan melalui Edge Devices sehingga memperoleh keuntungan dari pengolahan data pabrik yang berjumlah besar serta memperoleh informasi sehingga produktivitas terus meningkat.

Pada saat yang sama, aplikasi baru seperti pemantauan kondisi atau pemeliharaan prediktif juga diperkenalkan ke teknologi otomatisasi tradisional.

Selain itu, Edge Computing menyediakan akses ke tingkat fleksibilitas yang baru, sehingga memungkinkan pabrik untuk terus diperbarui melalui pembaruan yang fungsional dan feedback-free – semuanya itu berbasis siklus standar dari pabrik automasi.

Pengembangan aplikasi Siemens membantu pengguna dengan kerangka kerja serta akses ke konektivitas terintegrasi menuju dunia otomatisasi.

Siemens Industrial Edge terdiri dari Edge Management, Edge Devices, dan Edge Apps. Edge Management System sebagai pusat kontrol dan pemantauan kondisi dari semua Edge Devices yang terhubung.

Pengguna dapat menggunakan Edge Management System untuk menginstal Edge Apps ke dalam Edge Device tertentu melalui Edge App Store yang terdapat di sistem backend, mis., MindSphere.

Edge Devices dilengkapi dengan software Edge runtime yang menjamin konektivitas untuk data yang didapat dari elemen automasi terhubung serta data yang diperuntukkan bagi Edge Management: terdapat toolbox driver untuk mengakses fungsi perangkat.

Software Edge runtime juga menyediakan lingkungan yang aman bagi aplikasi untuk menjalankan fungsi pada Edge Devices. Edge Apps untuk Siemens Industrial Edge disediakan oleh Siemens serta penyedia pihak ketiga. Selain itu, pengguna juga dapat mengembangkan Edge Apps mereka sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan individu.

Siemens Industrial Edge menawarkan pengguna kemudahan dalam menjalankan berbagai aplikasi analitis deskriptif, diagnostik, prediksi dan preskriptif.

Hal ini memungkinkan konektivitas cloud dapat dikombinasikan penggunaannya dengan Edge Apps dari Siemens, penyedia pihak ketiga atau pengguna akhir sendiri dalam ekosistem hardware dan software yang terintegrasi (Edge App to Device) untuk komponen automasi.

 



Apple Bakal Bikin Modem 5G Sendiri?

Apple Bakal Bikin Modem 5G Sendiri?

INILAHCOM, San Francisco - Dengan jaringan 5G pertama yang diharapkan mulai diluncurkan di AS akhir tahun ini, ini berarti bahwa pembuat smartphone harus benar-benar mulai melakukan persiapan, termasuk meramu modem berkemampuan 5G di ponsel mereka.

Mengutip Ubergizmo, sebuah rumor menyatakan bahwa Apple akan bekerja dengan Intel pada modem 5G, tetapi sekarang tampaknya Apple tertarik untuk membuatnya sendiri.

Menurut daftar pekerjaan yang terlihat di situs web Apple (yang sejak itu telah dihapus tetapi masih tercantum di Glassdoor), tampaknya Apple ingin mempekerjakan seseorang untuk membuat modem 5G, atau setidaknya itulah yang telah dispekulasikan berdasarkan deskripsi pekerjaan.

Ini tidak menyebutkan 5G secara khusus, tetapi berbunyi, "Sebagai insinyur desain IC gelombang milimeter, Anda akan bertanggung jawab untuk menyediakan solusi sirkuit dan sistem untuk chip nirkabel multi-gigabit."

Mengingat bahwa satu versi jaringan 5G memang terjadi pada frekuensi gelombang milimeter, telah dispekulasikan bahwa ini bisa berarti bahwa pekerjaan tersebut adalah untuk pengembangan 5G.

Ada kemungkinan bahwa Apple hanya dapat mencari seseorang untuk bekerja dengan Intel pada modem 5G, tetapi pada saat yang sama mempertimbangkan bahwa Apple sudah membuat chipset sendiri dan juga dilaporkan bekerja pada GPU selulernya sendiri, menciptakan modem 5G mereka sendiri. tidak terdengar seperti hamparan imajinasi.

Plus itu juga membantu Apple untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan luar, yang seperti yang kita lihat di masa lalu telah menjadi agak berantakan ketika ada yang jatuh, seperti dengan Samsung dan Qualcomm di mana Apple masih perlu sumber dari mereka.

Sebelumnya, pada Oktober lalu, Apple sempat dikabarkan bakal membuat iPhone tanpa bantuan Qualcomm. Alih-alih, Apple bakal beralih ke MediaTek atau Intel. Keputusan ini disniyalir merupakan efek samping perseteruan Apple dengan Qualcomm di persidangan.



CEO WhatsApp Jan Koum Mengundurkan Diri

CEO WhatsApp Jan Koum Mengundurkan Diri

INILAHCOM, San Francisco - Kabar yang cukup mengejutkan datang dari WhatsApp. Sang pendiri yang juga CEO dari perusahaan layanan pesan instan populer itu, Jan Koum, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Pengunduran diri Koum dari kursi CEO WhatsApp diduga karena terlibat perselisihan dengan Facebook yang merupakan perusahaan induk dari WhatsApp.

Mengutip Reuters yang bersumber dari laporan Washington Post, penyebab utama perselisihan Koum dengan Facebook adalah strategi perusahaan induk yang hendak memakai data pribadi dan melemahkan enkripsi WhatsApp.

"Sudah hampir satu dekade sejak Brian (Acton) dan saya memulai WhatsApp, dan sebuah perjalanan yang hebat dengan orang-orang terbaik. Tapi ini sudah waktunya untuk move on," tulis Koum di akun Facebook miliknya, Selasa (1/5), tanpa menyebut kapan persisnya dia akan meninggalkan WhatsApp.

Tak butuh lama, postingan Koum pun dikomentari oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg. Dia menuliskan dalam kolom komentar tentang rasa terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini.

"Saya akan merindukan bekerja dengan Anda. Saya bersyukur atas semua yang telah Anda lakukan untuk membantu menghubungkan dunia. Dan untuk semua yang telah diajarkan kepada saya, termasuk tentang enkripsi dan kemampuannya untuk mengambil alih kekuasaan dari sistem terpusat dan mengembalikannya ke orang-orang. Nilai-nilai itu akan selalu menjadi perhatian bagi WhatsApp," tulis Zuckerberg.

Tak hanya Zuckerberg, COO Facebook Sheryl Sandberg juga turut berkomentar. Dia mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Koum dan berharap yang terbaik untuknya di kehidupan selanjutnya.

Facebook saat ini sedang 'bertarung' dengan regulator Uni Eropa terkait rencana menggunakan data user WhatsApp, termasuk nomor ponsel, untuk mengembangkan produk dan iklan. Rencana itu tertunda, namun WhatsApp menyatakan ingin maju terus.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook berniat menjadikan WhatsApp sebagai lumbung pendapatan baru melalui iklan. Dengan basis pengguna mencapai 1 miliar lebih, menempatkan iklan di WhatsApp seperti halnya model bisnis Facebook menjadi sangat menggoda.

Namun, manajemen WhatsApp cukup resisten terhadap wacana iklan di aplikasinya. Sejak 2012, mereka sudah menyatakan tak ingin menjadi perusahaan teknologi demikian yang kerjanya mengutak-atik kolam data.

Koum mendirikan WhatsApp bersama Brian Acton pada tahun 2009. Facebook kemudian membelinya pada tahun 2014 senilai US$19 miliar.

Acton sendiri lebih dulu mengundurkan diri pada akhir tahun lalu. Dia diketahui bergabung dengan layanan messaging bernama Signal yang digadang bakal jadi pesaing WhatsApp.

Akankah Koum bergabung dengan sahabat lamanya itu?



4 Alasan Membeli ASUS ZenFone Max Plus M1

4 Alasan Membeli ASUS ZenFone Max Plus M1

INILAHCOM, Jakarta - ZenFone Max Plus M1 menjadi produk perdana ASUS Indonesia di kuartal pertama tahun 2018 yang mengusung tren smartphone kekinian yang memiliki desain layar memanjang dan boundless display. Semua dibuat demi kenyamanan pengguna saat menggenggamnya.

Dan saat ini, INILAHCOM telah kedatangan unit ZenFone Max Plus M1. Finally, kami bisa juga menjajal smartphone satu ini walau hanya baru sebentar.

INILAHCOM yakin banyak dari Anda yang cukup tertarik dengan ZenFone Max Plus M1 dan punya pertanyaan terpendam, apakah smartphone satu ini layak dibeli?

Langsung saja tidak pakai basa-basi, buat Anda yang bingung antara mau beli atau tidak, empat poin berikut ini seharusnya bisa jadi pertimbangan untuk membeli ZenFone Max Plus M1.



1. Baterai besar bukan segalanya

Mengusung seri 'Max' dipastikan memiliki kapasitas baterai besar. Namun, ASUS seperti belum puas dan akhirnya ikut meningkatkan sektor lainnya. Salah satu yang mereka tingkatkan adalah build quality melalui material metal yang digunakannya untuk bodi, bukan plastik.

Senior Product Manager of ASUS Global, TH Cheng, menyebut bahwa penciptaan ZenFone Max Pro M1 didasari oleh sebuah ide dari filosofi kata Max, yang tidak hanya sekadar mementingkan performa semata. Sebagai gantinya, Max juga mengacu pada peningkatan aspek lain seperti kualitas kamera, audio dan lainnya.

2. Android murni anyar

Hal kedua yang bisa Anda dapat dari ZenFone MAx Plus M1 adalah sistem operasi Pure Android. Buat kita yang sudah pernah coba banyak smartphone dengan UI berbeda-beda, ujung-ujungnya biasanya bakal balik ke Android murni.

Nah, inilah hal sederhana tapi penting yang ditawarkan dari sebuah ZenFone Max Plus M1. UI-nya tidak banyak 'bloatware' dan juga termasuk cepat urusan update. Untuk ZenFfone MAx Plus M1 sendiri sekarang sudah mengusung Android Oreo resmi versi 8.1.

3. Jeroan rasa flagship

Selanjutnya hal ketiga yang bisa didapat dari ZenFone Max Plus M1 adalah jeroan kencang. Ini adalah smartphone menengah bericitarasa flagship dengan layar 5,5 inci Full HD+, diotaki chipset Snapdragon 636, plus ada dua kamera utama 16MP.

Jadi kalau buat nge-game, ZenFone Max Plus M1 sudah pasti bisa ngebut sesuai nama tagline-nya sebagai ponsel limitless gaming. Melalui sebuah rangkaian test internal yang dilakukan oleh tim R&D ASUS, diketahui bahwa ZenFone Max Pro dan memainkan video YouTube secara terus-menerus hingga 20 jam, atau sama dengan menonton dua season Game of Throne di Netflix.

Performa gamingnya juga tak kalah mengagumkan. Berdasarkan pengujian, gamer dapat memainkan Mobile Legend hingga 12 jam lamanya.

Bagi penggemar Garena Free Fire, game itu pun mampu dimainkan tidak kalah lama yakni 9 jam pada ZenFone Max Pro. Bahkan, Rule of Survival, sebuah game yang menuntut kualitas grafis tinggi, mampu dimainkan hingga 8 jam ini durasi yang cukup menakjubkan.

4. Harganya 'menjatuhkan' Xiaomi

Hal menggoda  lain dari Zenfone Max Plus M1 adalah harga. Jadi begitu masuk ke Indonesia, smartphone ini dijual Rp2,3 juta. Tentu saja harga tersebut tergolong ramah kantong bahkan lebih murah dari Xiaomi Redmi Note 5 yang dipatok Rp 2,5 juta.

Bahkan untuk gelaran flash sale menggandeng situs jual beli Lazada, harganya cuma Rp2,2 juta pas. Ya, jarang-jarang ASUS bikin smartphone menengah dengan harga murah begini.

Selain empat faktor di atas ada beberapa hal menarik yang jadi fitur unggulan handset ini dan memerlukan pengujian lebih lanjut. Selain baterai dan kamera, juga untuk menjajal performa gaming yang pantas dikulik lebih lanjut.

Ingin tahu bagaimana review mendalam Zenfone Max Pro M1? Nantikan saja di INILAHCOM.